Showing posts with label Software. Show all posts
Showing posts with label Software. Show all posts

Tuesday, March 22, 2011

Windows Bajakan Menyusup di Tengah Penjualan Netbook Fajar Widiantoro - detikinet


Jakarta - Penggunaan OS Windows bajakan memang bukan hal asing di Indonesia. Langkah gencar pernah dilakukan Business Software Alliance (BSA) untuk mengedukasi pasar. Kenyataanya OS bajakan tetap menyusup di tengah-tengah penjualan netbook murah selama pameran ini.

Pantauan detikINET pada Sabtu petang (12/3/2011), di Mega Bazar 2011 ada distributor yang bahkan terang-terangan memasang OS Windows 7 Ultimate pada sebuah netbook yang seharusnya dijual tanpa OS seharga Rp 2.7 Juta.

DetikINET mengikuti salah seorang calon pembeli bernama Putri yang memang mencari netbook berharga terjangkau. Pilihannya jatuh pada salah satu netbook merek ternama yang dijual tanpa OS (Rp 2.7 Juta), atau dengan OS Windows 7 Starter Edition (sekitar Rp 3 Jutaan).

Putri pun lantas memilih produk tanpa OS yang lebih murah dan sesuai dengan budgetnya. Tentunya ia harus memasang OS open source atau membeli OS original sendiri. Di luar dugaan saat Putri menjajal netbook yang telah dibelinya, distributor yang bermarkas di Mangga Dua telah memasangkan OS Windows 7 Ultimate (non-original) di dalamnya.

DetikINET pun bertanya, "Loh mas, bukannya ini (netbook-red) dijual tanpa OS. Sang pedagang pun berkilah. "Daripada nanti ribet harus menginstall OS sendiri. Atau mbaknya mau yang kosongan (tanpa OS-red)," ujarnya simpel.

Sebagai pembeli yang tak mau direpotkan, Putri pun lantas menerima netbook barunya dengan OS non-original. Ia pun menyadari bahwa hal itu ilegal, dan paham resikonya baik dari sisi update keamanan Windows ataupun sisi hukum.

"Ya gimana, hal ini memang lebih mengenakan pembeli. Tidak harus ribet menginstall OS," ujarnya polos.

Putri merupakan salah satu contoh pembeli di ajang Mega Bazaar Computer 2011, jelang akhir pameran. Masih ada puluhan ribu pengunjung lain yang mungkin mengalami hal yang sama.


Diambil dari : detik.com

IE9 Diunduh 2,35 Juta Kali Dalam 24 Jam


Jakarta - Microsoft mencetak prestasi yang cukup menggembirakan dalam penampilan perdana Internet Explorer 9 (IE9). Dalam 24 jam, browser anyar tersebut tercatat sudah diunduh sebanyak 2,35 juta kali.

Memang, hasil ini masih kalah jauh dari rekor yang pernah ditorehkan Mozilla, yakni diunduh hingga 8 juta kali dalam waktu 24 jam pada tahun 2008 lalu kala merilis Firefox 3.

Pun demikian, hasil ini cukup membuat tim Microsoft sumringah. Pasalnya, dikutip detikINET dari Washington Post, Kamis (17/3/2011), IE9 final release yang baru diluncurkan dua hari lalu tersebut mampu mengenjot aktivitas unduhan dua kali lipat ketimbang versi IE9 beta dan empat kali lipat jika dibandingkan versi RC.

Diambil dari : detik.com

IE9 dianggap sebagai sebuah lompatan besar ketimbang versi IE terdahulu. Interface utama brower ini dinilai jauh lebih simpel, IE 9 juga sudah mensupport HTML 5 serta mampu memaksimalkan kartu grafis untuk menangani animasi atau gambar yang berat.

"IE 9 adalah browser pertama yang memanfaatkan secara penuh tidak hanya CPU tapi juga GPU (graphics processing unit)," klaim Ari Bixhorn dari Microsoft.

IE 9 sudah bisa diunduh melalui situs beautyoftheweb. Sayangnya, IE 9 hanya tersedia untuk sistem operasi Windows Vista dan Windows 7 saja sehingga user Windows XP harus gigit jari. Padahal pengguna XP terhitung masih banyak.

Tak Seperti IE9, Firefox 4 Bisa Jalan di Windows XP


Jakarta - Persaingan antara Internet Explorer 9 dan Firefox 4 akhirnya dimulai. Keduanya sama-sama menawarkan fitur baru dan kecepatan proses menjanjikan, namun salah satu hal yang jadi pembeda adalah IE9 tak bisa berjalan di Windows XP, sementara Firefox 4 bisa!

Inilah yang mungkin jadi perbedaan signifikan di antara keduanya. Dengan demikian, pengguna XP -- yang sebagian di antaranya mengandalkan komputer 'jadoel' -- masih bisa menikmati kemampuan browser si rubah api versi terbaru.

Di sisi lain, Microsoft disayangkan banyak pihak lantaran kurang mengakomodir pengguna XP yang notabene juga merupakan produk yang dilahirkan raksasa software tersebut. Terlebih, jumlah pengguna XP diyakini masih banyak di kalangan pengguna komputer rumahan hingga korporat.

Namun sepertinya, Microsoft berharap pengguna XP dapat hijrah ke Windows Vista atau 7 jika ingin menjajal kemampuan IE9.

Dikutip detikINET dari News Factor, Selasa (22/3/2011), Firefox 4 telah mendukung hardware acceleration di Vista dan 7 dengan mengandalkan Direct2D dan Direct3D APIs. Sementara XP tidak mensupport Direct2D, namun Firefox menggunakan Direcr3D di XP untuk mengakomodir partial acceleration di Firefox 4.

Jonathan Nightingale, dari Mozilla Foundation mengatakan bahwa engine JavaScript yang baru di Firefox 4 enam kali lebih cepat dari firefox seri terdahulu. Ia juga merujuk user interface streamline versi baru yang diklaim lebih menghemat ruang.

Peningkatan kemampuan lainnya di Firefox 4 adalah terkait dukungan untuk HTML 5 dan CSS yang lebih ditingkatkan sehingga halaman web yang kompleks terlihat lebih cantik. Penambahan support WebM memungkinkan video HD disaksikan melalui jendela browser.

Bagi yang berminat mengunduh Firefox 4, beberapa situs sudah menyediakannya seperti di sini atau di sini.

Diambil dari : detik.com

Mozilla Kaget IE 9 'Depak' Windows XP


Jakarta - Keputusan Microsoft yang tidak menyediakan Internet Explorer 9 di platfrom Windows XP mengejutkan Mozilla, pembuat browser Firefox. Padahal pengguna XP terhitung masih banyak meski usia OS ini sudah cukup uzur.

Microsoft tentu memiliki alasan mengapa mereka mendepak XP. Menurut raksasa software ini, XP dipandang sudah terlalu tua untuk dibekali browser dengan fitur terkini seperti IE 9. Misalnya fitur optimalisasi CPU dan GPU yang diklaim meningkatkan performa browser secara dramatis.

Apapun alasan Microsoft, sepertinya banyak pihak mempertanyakannya. Dikutip detikINET dari ComputerWorld, Selasa (22/3/2011), Johnathan Nightingale selaku direktur Firefox, juga merasa heran mengapa Microsoft mengabaikan XP.

"Bagian paling menarik bagi saya adalah bukan soal ribut-ribut browser mana yang memiliki akselerasi hardware. Yang mengejutkan adalah bahwa akselerasi tersebut tak disediakan untuk Windows XP," ucap Nightingale seakan menyindir Microsoft.

Baik IE 9 dan Firefox 4 mendukung akselerasi hardware di Vista dan Windows 7 dengan Direct2D dan Direct3D API. Namun Mozilla tidak meninggalkan XP begitu saja dan mengaku mengakselerasi Firefox 4 menggunakan Direct 3D di XP.

"Ini membuat kami banyak bekerja. Namun dalam perhitungan kami, Windows XP masih memegang pangsa pasar sekitar 40% sampai 50%. Kami memiliki kewajiban untuk user dan Windows XP adalah bagian yang tidak dapat kami abaikan," imbuhnya.

Sebagai perbandingan, Vista dan Windows 7 jika digabungkan memiliki 38% pangsa pasar dari semua versi Windows yang digunakan bulan lalu. Masih banyaknya pengguna XP membuat pembesut browser lain tetap mensupportnya, termasuk versi terbaru Chrome, Safari dan Opera.

Diambil dari : detik.com

Asus Siapkan Netbook OS Chrome Rp 2 Jutaan?


Jakarta - Asus kabarnya bakal merilis netbook murah dengan kisaran harga USD 200-250 atau sekitar Rp 2 jutaan di bulan Juni. Yang menarik, netbook berukuran layar 10 inch ini konon akan memakai sistem operasi Google Chrome atau Android 3.0.

Kabar itu disampaikan media asal Taiwan, Digitimes, mengutip sebuah sumber. Netbook bersangkutan akan memiliki prosesor Intel Atom single core. Sasarannya adalah mereka yang cuma ingin memakai aplikasi produktivitas dasar atau browsing web.

Sebelumnya, Sundar Pinchai, Vice President of Product Management Google memang menyatakan bahwa perangkat berbasis OS Chrome akan dipasarkan paruh tahun 2011. Karena Asus adalah partner Google dalam adopsi Chrome di perangkatnya, besar kemungkinan netbook murah itu berbasis OS Chrome ketimbang Android.

Sejatinya, sudah cukup lama Google melakukan debut Chrome OS. Namun para partner seperti Hewlett-Packard, Lenovo, Toshiba dan Asus belum juga meluncurkan produk berbasis OS tersebut. Salah satu ciri khas netbook Chrome OS adalah bergantung pada data storage online.

Kelambatan ini dinilai merugikan, terutama dikarenakan larisnya perangkat tablet yang dimotori iPad. Namun jika benar harganya murah meriah, bisa jadi banyak konsumen nantinya akan meliriknya. Demikian seperti dilansir PCWorld dan dikutip detikINET, Jumat (18/3/2011).

Diambil dari : detik.com